Pengalaman Gatot Tri R. diculik UFO

Informasi pengalaman ini diceritakan lewat email ke milis BETA-UFO oleh Gatot Tri R. pada tanggal 5, 6 dan 13 Januari 2004. Saat ini Gatot ikut sebagai salah seorang staf dari BETA-UFO.


Saya sangat penasaran dengan hal ini. Seandainya itu memang terjadi di alam bawah sadar, waktu itu saya sepenuhnya sadar ketika tengah malam waktu pertama kali "mengalami hal itu.

Gatot Tri R.Saya terbangun tengah malam dan mendengar suara mendengung dari kejauhan yang semakin mendekat di jendela kamar saya. Belakang jendela kamar saya ialah taman, jadi merupakan tempat terbuka. Waktu itu saya rasa itu suara angin yang berhembus atau mesin pompa air, namun suara itu begitu teratur yang malah membuat saya semakin penasaran. Penasaran saya terjawab setelah mendengar suara itu makin keras mendekat ke jendela dan terdengar jelas bahwa sesuatu itu bukan suara angin ataupun pompa air. Suara itu (dan tentu saja sumber suaranya - karena saya tidak berani membuka mata) menerobos lewat jendela kamar saya yang memang tidak saya tutup dengan tirai (namun jendela tertutup rapat). Masya Allah, saya merasa ketakutan yang amat sangat (saat saya menulis ini aja juga agak merinding - teringat waktu itu). Lalu, sesuatu itu seperti meng-explore tubuh saya and then my body was paralyzed.

Di dada tepat di bagian bawah jantung saya ada semacam bekas berwarna merah tua agak gede, ketahuan pas saya abis mandi keesokan paginya. What's that? Saya pernah tanyakan "orang pintar" tapi beliau tidak dapat menjelaskan. Sekarang bekas itu sudah menghilang...

I was so afraid in the first time (tahun 2000) and after that I wasn't brave enough to sleep at night alone in my room so I moved to my brother's room...

Kejadian kedua ini yang masih akan saya ingat terus sepanjang hidup bahwa saya masuk dalam sebuah flying saucer. It was an incredible experience. Bayangkan ketika saya baru aja merebahkan diri di tempat tidur, sontak tubuh saya terangkat jauuuh sekali ke atas...

Saat ini bulan Juni tahun 2000, tanggalnya saya lupa. Malam-malam sesaat setelah merebahkan diri ke tempat tidur, sekitar jam sepuluh malam, tiba-tiba saja saya merasa tubuh saya terangkat ke atas sana cepat sekali dan tiba-tiba saja saya sudah di dalam "pesawat" itu.

Saya masuk ke salah satu bagian di dalam pesawat. Begitu saya keluar dari sebuah bilik [saya pikir bilik itu seperti elevator yang menarik saya dari bumi] saya bisa memastikan bahwa area dan satu ruangan di depan saya berbentuk melingkar/bundar. Ruang bundar itu memiliki beberapa pintu. Kira-kira ada tiga atau empat pintu. Atap ruang bundar itu melengkung ke atas dan ada cahaya terang, saya sebut ada lampu2 di situ.

Ada lorong melengkung di kanan kiri saya yang cahayanya tidak begitu terang dan di depan ada pintu yang menghubungkan dengan ruang bundar. saya mengendap2 dengan perasaan was was masuk ke ruang bundar itu. pintu masuknya lumayan tinggi sih, sekitar 2 meteran. Tinggi saya 1,76 m. Warna dinding, lantai metalik. Suhu ruangan lumayan sejuk. Saya merasakan gravitasi di dalam.

Seingat saya, ketika keluar dari balik pintu dan melihat ada makhluk kecil berwarna kehijauan mendongak menatap saya. Tapi kok tidak seperti alien2 yang sering saya lihat. Ia seperti bertopi (atau mungkin itu helm kaca ?). Ia malah punya ekor. Ruangan itu berlantai dan berdinding seperti logam. Makhluk itu cuma menatap saya dan hanya berdiri saja di depan saya.

Karena saya merasa takut, saya lalu lari kembali masuk lewat pintu tadi menuju ke bilik yang pertama kali saya keluar. Pastinya ada pintu di bilik itu tapi saya tidak ingat apakah pintu itu sistem engsel atau dorong. Pokoknya saya sudah berada di dalam bilik, gelap. Ruangan berukuran kecil tapi terasa lumayan nyaman. Sepertinya kapasitasnya memang untuk satu orang. Mungkin ruangan itu untuk ukuran saya kecil tapi cukup besar bagi para alien. Ada satu jendela yang Masya Allah... lengkungan bumi yang biru dan awan2 di luar terlihat amat cantik. Bintang2 di angkasa... Wow, Saya memang sempat terpana sesaat. Rupanya saya di angkasa!

Saya lihat sebuah tuas di bawah jendela, langsung saya tekan/dorong ke bawah dengan tangan kiri saya. Blarr... saya turun ke bawah dengan derasnya. Bintang-bintang di luar sana saja kelihatan seperti garis-garis saja saking cepatnya. Semakin deras hingga perasaan dada/jantung saya serasa mau pecah/meledak. Saya ingat bahwa saya berusaha teriak tapi pita suara seperti terjepit. Lalu saya memejamkan mata rapat-rapat menahan sakit yang amat sangat, meluncur ke bumi dengan derasnya. Dalam hati saya berkata "mati aku, mati aku"... Tiba2..Blekkk, saya kembali di atas ranjang saya. Saya pikir atap kamar rusak berat. Saya pikir saya jadi berkeping-keping. Atap kamar saya tidak rusak/berlubang, tubuh saya juga tidak luka/memar. Cuma jantung saya berdegup amat kencang namun segera normal setelah beberapa kali menarik napas panjang. Saya langsung bangkit dari ranjang dengan nafas tersengal-sengal dengan berbagai perasaan berkecamuk dalam hati.

Terus terang saya sangat penasaran apa yang terjadi pada diri saya waktu itu. Setelah kejadian itu saya mengalami paralyzed berkali-kali dimanapun saya berada dan pasti menjelang tidur sehingga saya sempat mengalami insomnia.

Thanks banget jika ada yang mampu memberikan penjelasan.

Gatot Tri R.

Baca juga naskah presentasi Gatot saat mengungkap pengalamannya di Gedung Pasca Sarjana Universitas Sahid, Jakarta.