Almarhum adik kakekku mungkin pernah diculik UFO, Gunung Agung, 1963

Informasi ini diperoleh dari Blog Putu Ebo dan dikutip di sini atas seijinnya.


Suatu malam di tahun 1963, almarhum adik kakekku paling kecil yang saat itu berusia antara 35 sampai 40 tahun berangkat ke sawah mencari belut. Saat itu, beberapa puluh kilometer dari tempat itu, Gunung Agung baru saja memulai aktifitasnya mengirimkan debu-debu vulkanisnya ke seluruh pulau Bali. Gunung Agung sedang meletus. Konon banyak kejadian aneh yang tersiar dari mulut-kemulut pada saat peristiwa ini terjadi. Salah satunya terjadi pada adik kakekku ini…. aku memanggil beliau: Kak Tut (Kependekan dari Pekak Ketut, atau Kakek paling kecil).

Ketika Kak Tut tiba di sawah yang berada di kaki Gunung Batukaru - Tabanan, tiba-tiba sebuah fenomena yang tak pernah dipahami dialaminya. Saat itu tengah malam, tiba-tiba suasana berubah menjadi siang secara mendadak, seperti baru saja usai mengalami gerhana matahari. Matahari telah berada pada posisi di atas kepala, padahal Kak Tut yakin ia dalam keadaan sadar dan tidak tertidur. Beberapa detik sebelum pergantian waktu tersebut terjadi, beliau sempat menyaksikan sebuah bulatan berbentuk oval bercahaya putih terang benderang menyilaukan mata, beliau selalu menyebut bulatan terang tersebut sebagai Taluh Hyang Widi (Telur Tuhan). Bulatan tersebut melayang di atas puncak Gunung Batukaru dan beberapa saat kemudian terbang dengan kecepatan tinggi menuju puncak Gunung Agung yang sedang membara, hanya dalam beberapa detik, bulatan tersebut diyakini Kak Tut lenyap masuk ke kawah Gunung Agung , padahal jarak kedua gunung tersebut sangat jauh. Kejadiannya sangat cepat. Karena hari (ternyata) telah siang… Akhirnya, Kak Tut memutuskan pulang, karena menurutnya tidak efektif menangkap belut pada siang hari… Pastinya masih dalam keadaan bingung dan keheranan.

Tidak ada yang terjadi pada diri Kak Tut setelah kejadian tersebut, hanya sebuah tanda tanya yang besar. Kak Tut selalu menceritakan peristiwa tersebut kepada orang-orang yang ditemuinya termasuk kepada cucu-cucunya dikemudian hari. Namun semua menganggap cerita di atas cuma sebuah dongeng atau khayalan Kak Tut saja.. Pada saat kejadian pergantian waktu mendadak dari malam ke siang terjadi, tidak ada yang merasakan peristiwa tersebut, hanya Kak Tut saja. Jadi tentu saja Kak Tut dianggap ber-khayal atau bermimpi.

‘Dongeng’ di atas mendadak aku ingat, setelah menemukan beberapa artikel di situs Ufoevidence.org: Missing Time Cases. Dan banyak artikel yang sejenis di tempat lainnya. Sangat aneh, karena peristiwa yang aku dengar dari almarhum Kak Tut berpuluh tahun yang lalu merupakan peristiwa yang sama di belahan dunia lain. Peristiwa tersebut disebut sebagai Losing Time atau Missing Time, salah satu dari fenomena yang disebut sebagai Abduction Phenomenon dan bisa dianggap berada dalam kelompok Paranormal Phenomena yang belum terungkap sampai saat ini. Pada beberapa media menyebutkan bahwa abduction phenomenon diduga sebagai salah satu fenomena kemunculan mahluk luar angkasa (UFO). Namun teori lain dalam lingkup ilmu metafisika menyebut sebagai kejadian yang melibatkan dimensi lain, bukan dari luar angkasa (jin?). Entahlah… penemuan artikel ini sempat aku ceritakan ke orangtuaku, aku bilang… kemungkinan UFO dulu pernah singgah ke Bali dan menculik Kak Tut. Karena apabila dihubung-hubungkan.. konon peristiwa penampakan UFO salah satunya sering terjadi di sekitar gunung yang yang sedang meletus. (Selain Gunung Meletus, UFO juga dikabarkan sering muncul di wilayah-wilayah pembangkit listrik dan penambangan minyak bumi.)

Bukan masalah percaya atau tidak percaya. Saya tetap percaya bahwa apapun mungkin terjadi di dunia ini.. hanya saja penjelasannya mungkin belum ada. Saya pun boleh mengatakan tidak percaya, karena tidak mengalaminya sendiri. Sehingga definisi dari bidang sains sudah saya anggap tepat: Menyebut sebagai UFO, Obyek terbang yang tidak teridentifikasikan. Apakah itu jin, mahluk angkasa luar, suatu jenis kehidupan dari waktu yang berbeda di bumi ini, atau khayalan masal manusia. Tidak diketahui. Namanya juga UFO.

Missing Time dijelaskan sebagai sebuah peristiwa di mana seseorang mengalami hipnotis karena diculik oleh alien. Para alien konon mengadakan penyelidikan dan membedah tubuh orang tersebut (mungkin menaruh alat penyadap atau cuma hobi iseng alien abg), setelah dianggap cukup, goresan bedah dihilangkan dengan teknologi yang tak diketahui, tubuh orang tersebut kemudian dikembalikan pada posisinya diculik pertama kali. Memori pada pikiran orang yang diculik tersebut dihapus dari saat diculik sampai dikembalikan, sehingga satu-satunya peristiwa yang bisa disaksikan dan diingat hanya view pesawat alien tersebut ketika menjemput atau saat meninggalkannya. Uniknya, pikiran orang yang mencadi korban penculikan tidak merasa terputus, saya coba analogikan, misalnya saat saya mengetik artikel ini jam 9 malam, tepat pada bagian ini tiba-tiba saya diculik alien tanpa saya ketahui, saya terus mengetik tanpa saya ketahui baru saja saya diculik para alien dan dikembalikan lagi pada posisi saya mengetik, sementara waktu pada status bar sudah menunjuk pukul 6 pagi pada saat saya mengetik sampai bagian ini.. Pada beberapa kasus, hilang ingatan permanen Missing Time tersebut bisa dikembalikan dengan bantuan para ahli hipnosis. Dalam kasus almarhum Kak Tut, oval bercahaya yang dilihat beliau mungkin pesawat UFO yang menculik Kak Tut…

Kak Tut pernah diculik alien? Cool….