Saka, 25 hari hilang di gunung Kabung, 2004

Sumber: Equator Online, Minggu, 25 April 2004

Dari dongeng turun temurun, makhluk halus yang dipercaya menghuni Gunung Kabung (di kawasan Aceh), terkadang suka mengamuk dengan cara yang aneh. Beberapa penduduk, dikabarkan raib ditelan ke alam ghaib, diantaranya bahkan tak pernah ketahuan lagi rimbanya. Namun, diantara mereka yang akhirnya “kembali”, terungkap potongan-potongan cerita yang menguak kerajaan mahluk ghaib penunggu pulau.

SEORANG penduduk kampung, Saka, 30, pernah merasakan pengalaman mistik saat diculik hantu penunggu gunung Kabung. Suatu siang, seperti biasa ia menebas rumput di kaki bukit sebelah barat. Panasnya terik kian menyengat, manakala mentari tepat berada diatas kepala.

Padang rumput yang berada di sisi bukit cadas ini memang sedikit berbeda. Selain panas, sumber mata air dari atas gunung, tidak mengaliri celah sisi barat. Diantara peluh yang berkucuran, Saka seakan bermimpi, manakala di depannya tiba-tiba terbentang sebuah telaga besar nan indah.

Sambil mengucek kedua matanya, dia mendekat ke mata air. Namun keheranannya seketika memuncak, manakala di tengah telaga, selain gemericik air jernih, 3 gadis berparas elok, berendam di telaga sambil tertawa-tawa. Salah seorang diantaranya melambai menggoda, mengajak Saka turun ke Telaga. Tanpa pikir panjang, apalagi dahaganya kian tak tertahan, Saka pun turun ke dalam Telaga, dan tak pernah kembali hingga berbulan bulan kemudian.

Alur cerita bergulir pada Hendri,30, keponakan tetua kampung. Saat tertidur lelap tengah malam, dia pun bernasib malang diculik mahluk ghaib. Seluruh oarang kampung, menyebar ke empat penjuru gunung untuk mencari, sambil mengusung obor, dan meneriakkan nama Hendri, pencarian pun berakhir sia-sia.

Hingga 25 hari kemudian, dia ditemukan terbaring di sebuah bale-bale pondok kosong, olae seorang nelayan keramba. Bertingkah aneh layaknya linglung, dia meracau tak tentu cerita. Sekujur tubuhnya dipenuhi cairan lendir kehijauan yang menebar aroma bau menusuk. Oleh uka-uka (dukun sakti, red) dia pun diobati hingga kesadarannya berangsur pulih.

Dari bibirnya mengalir potongan-potongan cerita yang menyingkap misteri raibnya dia selama 25 hari. Mengejutkan, dia tiba menelungkup ke arah tanah sambil menunjuk-nunjuk. Saka ada diculik putri jin di telaga. Penduduk pun segera mencari, di tempat telunjuk Hendri mengarah. Dengan kesaktian uka-uka, akhirnya siluman telaga pun mengembalikan Saka ke alam nyata.

Kabar ditemukannya Saka membuat warga berduyun-duyun menanyakan pengalamannya selama berbulan-bulan menghilang. Dengan mata menerawang dalam, dia bertutur lirih, istana putri telaga yang didatanginya begitu indah. Ratusan dayang berwajah elok, mengelilingi undakan tangga singgasana. Di atas tahta, sang putri tergolek gemulai. Di atas kepalanya, bertengger sebuah mahkota bertabur intan.

Terpesona sekejab, dia pun mendekat. Entah berapa lama dia terbius suasana ghaib nan indah itu, sampai ketika bibirnya tiba-tiba tak sengaja menyebut asma Allah, semuanya pun berubah. Dinding istana bergetar, pilar-pilarnya runtuh berhamburan. Di hadapannya, putri yang tadinya cantik tiba-tiba berubah menjadi menjadi siluman berwajah seram, dengan tubuh berlendir dan mata menjorok keluar. Saat itu kesadarannya pun hilang, sampai akhirnya ditemukan oleh penduduk kampung.

Entah benar atau tidak, cerita ini hanyalah pengakuan yang dituturkan. Namun demikian, Saka dan Hendri adalah orang-orang beruntung yang pernah mengalami nasib diculik oleh mahluk halus. Setidaknya, mereka dapat kembali. Sedangkan yang lain, hingga kini tak ketahuan rimbanya, bagai raib ditelan bumi begitu saja. (jbr-kru supranatural)