Makhluk Misterius Penuh Sisik Mencoba Memperkosa

Sumber: Pikiran Rakyat, Rabu, 14 Januari 2004

PERCAYA atau tidak, yang pasti cerita atau kejadian yang menimpa Otik (18) warga Kp. Muncul Ds./Kec. Pabuaran Subang, menjadi buah bibir dan menggegerkan warga. Di masyarakat setempat beredar kabar, Senin (12 Januari 2004) sekira pukul 23.00 WIB, korban dikabarkan nyaris menjadi korban pelecehan seks dan pemerkosaan makhluk misterius penuh dengan sisik di sekujur tubuhnya.

Pada saat itu korban baru saja pulang menonton acara televisi Indosiar di rumah tetangganya sekira pukul 22.30 WIB. Selama perjalanan pulang, korban tidak menemukan kejadian aneh. Hanya, begitu tiba di rumahnya dan masuk kamar, tiba-tiba korban menjerit minta tolong.

Menurut pengakuan korban, saat dia masuk rumah, kedua orang tuanya belum tidur tetapi dia langsung masuk kamar. Namun, di kamar dia merasakan suasana tidak seperti biasanya. Kemudian entah dari mana awalnya, dia dikagetkan ketika melihat bayangan. Bayangan itu lambat laun mulai menampakkan wujudnya dengan penampilan cukup menakutkan.

Belum sempat kekagetannya hilang dan korban bisa mengenali secara jelas, bayangan berperawakan tubuh tinggi dan tegap serta berambut kribo dengan gigi besar-besar dan badannya bersisik langsung memeluknya, kemudian berusaha menggerayangi tubuh korban.

Untungnya Otik yang sempat terlena kemudian menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Pada saat itu pula dia langsung menjerit. Jeritan korban membuat ibunya Narsem yang berada di ruang tengah tersentak dan langsung mendatangi kamar anaknya. Sayangnya, Narsem tidak melihat apa-apa. Dia hanya melihat anaknya tengah teletang tidak sadarkan diri. Tidak lama kemudian, ibu korban berusaha menyadarkan anaknya.

Begitu sadar, korban langsung merangkul ibunya dan menceritakan pengalaman menyeramkan yang baru saja dialaminya. Dia juga menceritakan kenapa dia menjerit dan memanggil-manggil ibunya. "Saya kaget kenapa anak saya menjerit, tetapi suasana kamar cukup seram sampai bulu kuduk merinding. Tidak seperti biasanya," ujar Narsem.

Begitu mendengar cerita anaknya yang menyeramkan itu, Narsem malam itu juga langsung melaporkannya ke Kepala Desa (Kades) Pabuaran Deden Rosmana dan laporan itu diteruskan ke Mapolsek Pabuaran. Setelah mendapat laporan, Deden bersama aparat setempat malam itu juga langsung mengadakan pencarian dan menyusuri tempat-tempat yang diduga sebagai tempat pelarian pelaku.