Tangan Aneh di Tengah Malam

Sumber: Astaga.com! Rabu, 8 Nov 2006 16:24

Astaga!Misteri-Ini pengalaman pribadi yang alami sendiri sekitar tahun 1995, saat masih tinggal di rumah kakek di kota Malang, Jawa Timur. Rumah kakek termasuk besar di kampung kami, dengan 5 buah kamar tidur, lalu ada ruang tamu, ruang keluarga, ruag makan, dan ruang-ruang lain seperti kebanyakan rumah pada umumnya.

Waktu itu kita tinggal hanya bertiga, yakni Kakek, kakak perempuan, dan saya sendiri, nenek sudah meninggal pada tahun 1987, dan seorang anak angkat kakek telah menikah dan tinggal dengan suaminya di kota lain.

Saya mendapatkan sebuah kamar di belakang, sebelah kiri kamar mandi, dan sebelah kanan kamar tidur si mbok (pembantu kami) yang juga sudah kosong (Mbok tidak bekerja lagi di rumah kami sejak nenek meninggal). Di depan kamar saya ada pohon mangga dan taman kecil yang sudah tidak terurus peninggalan nenek.

Tepat di belakang rumah kami ada sebuah rumah kosong, dimana halaman belakangnya tepat bersebelahan dengan kamar saya, halaman belakang rumah kosong tadi tidak terawat, penuh ditumbuhi rumput liar, dan beberapa pohon pisang.

Hari dan tanggal kejadian saya sudah lupa, namun peristiwa itu sendiri tidak akan pernah saya lupakan, waktu itu, malam sekitar jam 10 malem saya putuskan untuk tidur, setelah mengunci pintu kamar, mematikan lampu, dan menyalakan radio (saya terbiasa tidur dengan radio menyala).

Namun, malam ini ada perasaan sedikit aneh, tepatnya rada-rada takut yang tidak jelas penyebabnya, padahal biasanya saya tidak pernah takut tidur sendiri dalam keadaan gelap. Saya pun berselimut, dan menutup kepala dengan bantal, karena aya tidur tengkurap.

Lalu saa pun merasakan sudah tertidur, sampai tiba-tiba saya rasakan ada sebuah tangan memegang kaki saya. Sponta aya pun terbangun..aneh..dan yang pasti takut..karena saya dengar radio masih berbunyi, dan jam dinding berdentang 2 kali yang berarti jam 2 malam.

Nalar saya berpikir, tidak mungkin ini manusia, karena saya tidur sendiri dan pintu yakin sudah saya kunci. Saya pun tidak berani bergerak dan membiarkan tangan tersebut memijat/menekan kaki saya, naik ke paha, pantat, punggung, dan ketika sampai di kepala.

Bahkan tangan tersebut masih mengelus-elus, saya masih sadar dan mendengar gesekan tangan dan bantal di kepala saya tersebut...srek...srek..srek..., sampai akhirnya kemudian tangan tersebut turun lagi ke punggung, pantat, paha, dan kaki, sampai kemudian menghilang.

Saya gemetaran, namun tidak berani memalingkah wajah siapa yang melakukan itu semuanya. Kalau mengingatnya, saya nggak bisa tidur deh sampai pagi bahkan saat menulis artikel inipun saya masih merinding.

Setelah agak terang (pagi jam 6), saya pun keluar kamar, dan menemui kakek serta menceritakan pengalaman semalam, kakek hanya mengatakan "mungkin kamu belum berdoa sebelum tidur", dan beliau tidak berkomentar apa-apa lagi, sayapun tidak mempermasalahkan kejadian semalam toh.."tangan atau makhluk" tersebut tidak mencelakakan saya. (seperti dikisahkan widodo)