UFO di gunung Agung, Bali Dipotret tanggal 17 Agustus 1973 oleh seorang wisatwan Jepang Ryo Terumato

UFO tersebut dipotret di lepas pantai Cimalaya pada tanggal 22 September 1975, oleh Ir. Tony Hartono (alm)

Disunting dari majalah "Scientiae" No. 86 Thn IX 1978, halaman 6 dan buku "UFO salah satu masalah Dunia Masa Kini" karangan J. Salatun halaman 70.

Hari itu tanggal 27 Juni 1977 jam 18.15 WIB, Dr. Ir. Aryono Abdulkadir bersama dua orang rekannya masing-masing Ir Rudianto Ramelan dan Ir. Ananda Soeyoso sedang melakukan perjalanan dari Surabaya ke arah Malang. Langit terang penuh dengan warna merah senja karena matahari baru saja terbenam. Tiba-tiba di suatu tempat, di antara Gempol Porong, salah seorang di antaranya melihat benda langit yang menarik perhatian di sebelah barat jalan raya. Dr. Ariono yang memang pada dasarnya senang mengamati gejala-gejala seperti itu, mengira benda langit itu sebagai meteor. Segera ia keluar dari mobil sambil menyiapkan alat fotonya untuk mengambil gambar meteor tadi. Dua kali dijepretkan. Tiba-tiba saja terjadi hal yang mengejutkan. Benda langit tadi membelok tajam hampir sembilan puluh derajat ke arah selatan, meninggalkan trail yang nampak pada mata seperti bunga api.

Selengkapnya baca di "Penampakan UFO di Porong"

Dr. Ir Aryono Abdulkadir memperoleh gelar Insinyur Fisika Teknik dari ITB dan Doktor dalam Mechanical Engineering dari Kentucky University.


Salatiga, 2003, difoto oleh David Yacobus Hengkengbala. Lihat informasi lengkapnya di sini.


MS Gumelar, Graha Yasa Asri, Jl. Raya Serua Sawangan, Depok, 26 Juni 2005.


Difoto dari Jl. Palakali Raya Pertigaan Kel, Kukusan Depon sekitar jam 1 pagi. Lihat informasi lengkapnya di sini.

 
 
Doris, melihat benda aneh ini pada Sabtu Malam sekitar pukul 19.00 WIB, ia berdiri di depan teras rumahnya di Rumbai, Pekanbaru. Secara tak sengaja melihat benda yang semula ia kira bintang. Namun setelah diperhatikan agak lama, benda tersebut bukan bintang dan bukan pula sebuah pesawat yang tengah mengudara di malam hari. Karena penasaran, Doris pun segera memanggil keluarganya serta warga sekitar serta berinisiatif dengan mengabadikan benda tersebut memakai kamera.
"Karena penasaran, saya suruh saudara saya mengambilnya dengan kamera selama 20 menit. Setelah itu benda tersebut menghilang," ujar Doris
 
Lihat informasi lengkapnya di sini.