Kakek Bertubuh Ular Menyembul dari Danau

Sumber: Samarinda Pos Online, Senin, 12 September 2005

Kejadian ini sungguh berkesan dalam hidup saya. Saya sangat yakin bahwa hal ini bukan karena halusinasi atau sekadar angan-angan. Lebih lagi saat itu saya sudah menginjak dewasa. Jadi, saya yakin betul bahwa indera saya secara sadar telah melihat sesuatu yang aneh. Dengan begitu cerita ini bukan mengada-ada. True story, begitulah.

Suatu kali, ketika malam semakin larut, saya sebenarnya sudah sangat mengantuk dan berkeinginan tidur, tetapi ayahku belum pulang dari kerja malam itu. Saya menunggu ayah di teras depan. Suasana sunyi dan hawa dingin menusuk tulang hingga membuat saya sedikit merinding. Suara katak terdengar ramai berhasut-sahutan di danau. Juga suara jengkerik di belukar.

Beberapa gerombol kunang-kunang tampak beterbangan di tepi danau. Malam itu menunjukkan sekitar pukul sebelas malam.

Saya mulai lelah dan bosan menunggu ayah pulang kantor. Jenuh dan bosan menunggu ayah, saya iseng-iseng berjalan-jalan di tepi danau. Karena sudah banyak orang tidur dan menutup pintu rumah, suasana di sekitar danau amat sepi. Tak ada seorang pun saya lihat di sekitar danau.

Kebetulan kebelet pipis, saya memutuskan untuk pipis di tepi danau saja. Saya sangat menikmati pipisku, sehingga saya nyambi bersiul.

Ketika kutengok jam tanganku, jarum menunjukkan pukul 00.00 WIB. Atau tengah malam. Tak terasa telah satu jam saya berjalan-jalan di tepi danau. Entah mengapa perasaanku kemudian tidak enak. Bulu kuduk sempat merinding. Saya berusaha cuek dan mengalihkan perhatian dengan melihat panorama danau yang indah diterangi sinar bulan.

Selagi asyik pandangan tertuju ke arah bagian barat danau, saya kaget melihat pemandangan aneh dan misterius. Tangan tiba-tiba menjadi dingin, bulu kuduk pun merinding. Jantung berdebar sangat cepat, saya hanya fokus pada pandanganku saja. Bengong atau ndomblong ketakutan.

Kulihat seorang lelaki yang sudah sangat tua muncul dari dalam danau ke permukaan. Bapak tersebut memiliki rambut putih yang sangat panjang, berkumis seperti kucing, mempunyai jenggot yang sangat panjang. Dan matanya berwarna merah serta bentuk badannya seperti ular. Bapak tua tersebut juga memiliki dua buah gigi taring yang sangat besar.

Tubuhnya sangat besar dan kedua tangannya sangat panjang. Bapak tersebut lalu mengitari danau, seakan sedang berenang. Bulu kudik saya merinding. "Tak mungkin dia manusia. Kalau lelembut, apa jenisnya?" pikirku. Saya tak bisa banyak berpikir melihat pemandangan aneh tersebut. Saya bertambah kaget dan pucat, karena kakek tersebut melihat ke arahku.

Dengan cepat saya berlari meninggalkan danau tersebut. Saya sempat terjatuh, dan dengan cepatnya aku bangkit kembali. Merasa telah jauh dari lokasi danau tersebut, saya melihat ke belakang. Saya mengira kakek itu mengejar, tetapi itu semua cuma perasaanku saja. Kakek itu terlihat masih ada di danau. Tak lama kemudian saya lihat makhluk halus itu naik ke tepi danau, lalu menuju jalan besar kemudian masuk ke dalam sungai dan menghilang... Dan untung ayah segera tiba di rumah. Hingga sekarang pengalaman ini tak bisa kulupakan. (kmc)