Sinar laser atau lampu sorot

Anda pernah melihat sebuah sinar bulat terbang zig zag di angkasa, terutama ketika langit sedang berawan? Wah, barangkali itu adalah UFO! Jangan gembira dulu. Bisa jadi hal itu sebenarnya adalah pantulan sinar laser atau lampu sorot yang ada di awan.

Berikut beberapa contoh kasus yang pernah terjadi. Di bagian bawah, ada kasus penampakan UFO di Malang, silahkan beri komentar Anda, apakah itu memang lampu sorot atau memang UFO. Ada dua kasus yang ditampilkan di sini, yaitu di Palembang dan Padang (Sumatera Barat).


Sinar Laser Dikira UFO

Sumber Sriwijaya Pos, 7 Mei 2004

SEJAK dua malam terakhir warga Palembang dihebohkan dengan kemunculan unidentified flying object (UFO) di atas langit Kota Palembang. Tapi diduga kuat, sinar bulat berwarna putih itu merupakan sinar laser dari atas Jembatan Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) yang membelah Sungai Musi.
Sejumlah anak dan orangtua buru-buru keluar rumah untuk menyaksikan sinar bulat yang berputar di atas langit Kota Palembang. Lingkaran bulat itu kian tampak jika bertabrakan dengan awan.

“Itu mungkin UFO, mungkin juga meteor,” teriak seorang anak di kawasan Pakjo Palembang pada temannya, Rabu (5/5) malam. “Kemarin malam juga muncul,” tambahnya.

Meski tidak percaya dengan UFO, namun orang dewasa setempat sempat kebingungan dari mana asal sinar tersebut.
“Ya, aku tidak percaya UFO sebab lintasannya tetap sama. Tapi yang membingungkan kalau tertabrak awan baru muncul bentuknya,” kata Edi, warga Pakjo Palembang.

UFO palsu itu kemungkinan berasal dari sinar laser yang ditembakkan dari menara Jembatan Ampera Palembang.
Kemungkinan akibat informasi terfokus tentang pemilu, sosialisasi pemasangan lampu laser di atas menara Jembatan Ampera belum sampai ke masyarakat Palembang.

Akibatnya, mereka menyangka ada UFO masuk Palembang. Namun yang pasti, ada pempek “kapal selam” di ibukota Sumatera Selatan itu.
(Dtc)



UFO Satu Jam Muncul di Malang

Malang JP.-
UFO (Unidentified Flying Object) muncul di Malang. Benda berwujud piring terbang itu diketahui berputar-putar di atas rumah Hari Kusbandi di Jalan Ijen No.11 A, Malang sekitar pukul 19.00 kemarin malam "Tetapi saya yakin itu bukan sinar sokle karena memiliki beberapa buah kaki dan mengeluarkan asap," kata Heru penjaga di rumah tersebut kepada Jawa Pos tadi malam.

Benda itu diyakini UFO lantaran tak mengeluarkan sinar dan tidak ada asal sinarnya. "Kalau sokle, tentunya ada asal sinarnya, kata Heru, berputar-putar di atas rumah majikannya sekitar setengah jam. Begitu melihat benda aneh yang terbang di atas rumah, Heru langsung memanggil Mak Yem pembantu di rumah itu dan Evi putri majikannya. "Saya sebenarnya pengin mengambil kamera tetapi karena bingung dan heran, ya tidak jadi," ujar Evi.Menurut Evi benda terbang itu berbentuk bulat terkadang membesar dan mengecil "Benda itu terbang berputar beberapa meter di atas pohon-pohon palem. Setelah sekitar setengah jam, benda itu pun menghilang dan terbang ke arah timur," kata siswa SMA Dempo itu.

Kesaksian senada juga diberitakan Mak Yem, pembantu rumah tangga Hari. Mak Yem mengetahui piring terbang itu setelah dipanggil Heru. "Benda bulat itu memiliki beberapa kaki di bawah dan mengeluarkan asap," kata wanita setengah haya itu.
Kemungkinan munculnya UFO di Malang kemarin malam dkuatkan pula oleh kesaksian Andri seorang karyawan yang menempati rumah di Jalan Ijen No 11. Andri ketika itu kebetulan sedang berada di luar setelah hujan reda. “Tiba-tiba saya dipanggil Pak Herudan ditunjuki piring terbang itu,” katanya.

Andri juga yaki bahwa benda tersebut bukan sinar sokle yang disorotkan dari arena Oriental Sircus yang memang sedang menggelar pertunjukan di stadion luar Gajayana. “Kalau sokle saya tahu persis karena bentuknya berupa sinar memanjang. Tetapi, yang ini lain karena bentuknya bulat dan ada beberapa kaki yang mengeluarkan asap,” katanya.

Benda itu, kata Andri, terbang berpindah-pindah tempat dan besarnya berubah-ubah. “Terkadang mengecil, kemudian membesar lagi. Teatpi, bentuknya tetap lingkaran yang bulat,” katanya lagi.

Yang mengejutkan, sebelumnya, ternyata ada juga warga Bareng, yakni Andi, yang menyaksikan benda semacam piring terbang itu. Semula dia mengira benda itu sokle dari tontonan sirkus yang sejak beberapa hari lalu main di kota Malang.

“Benda itu muncul pada malam Tahun baru sekitar pukul 19.30,” kata Andi. Dia juga mebenarkan benda tersebut memiliki beberapa lingkaran bulat yang menyerupai kaki. (arn/jij)


Sumber: www.padangekspres.com

March 29, 2006

Kota Padang gempar

Padang

Masyarakat Kota Padang tadi malam dikejutkan oleh kejadian aneh. Sosok bayangan putih terlihat berterbangan di atas angkasa. Anehnya, bayangan itu tidak saja terlihat di kawasan Kota Padang, tapi juga di Solok, Pesisir Selatan dan Pariaman.

Pantauan koran ini tadi malam di Indarung, Bandar Buat, Cengkeh, Lubuk Begalung, Marapalam, Teluk Bayur dan Simpang Haru, masyarakat berhamburan keluar rumah menatap ke angkasa terpana menyaksikan bayangan putih yang berterbangan tersebut. Wartawan koran ini juga menyaksikan hal yang sama, yakni sosok bayangan putih berterbangan bolak-balik di angkasa. Setelah beberapa saat menampakkan diri, kemudian hilang dan timbul lagi.

Dari keterangan aparat kepolisian Polsekta Padang Timur yang sedang melakukan patroli, kejadian itu sudah terjadi beberapa hari belakangan ini. Hal tersebut juga dibenarkan Rini (36), warga Aurduri yang juga menyaksikan kejadian aneh tersebut. ”Bayangan putih itu Selasa Malam juga terlihat, dan malam ini (tadi malam, Red) sekitar pukul 08.00 WIB juga terlihat,” terangnya.

Berbagai spekulasi pun berkembang di tengah warga. Ada yang menyebut benda itu hanyalah layang-layang berlampu, awan yang terbang, angin topan, juga ada yang menyebutkan sejenis pocong atau setan yang lagi mencari mangsa. Apapun anggapan warga, ternyata peristiwa itu cukup meresahkan warga. Begitupun pengakuan Akmal (32), warga Api-api, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Ia juga menceritakan ada bayangan putih di kampungnya, dan membuat warga menjadi ketakutan.

”Saya bersama warga berusaha menyaksikan benda tersebut dari dekat, tapi saat di kejar bayangan tersebut makin menjauh. Malam sebelumnya bayangan tersebut juga terlihat, tapi pukul 00.00 WIB menghilang entah kemana,” ujar anggota tim SAR Padang yang sedang berada di Pessel.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Tabing, Emrizal yang dihubungi koran ini tadi malam belum bisa memastikan benda yang berterbangan di atas angkasa tersebut. ”Kita belum bisa memastikan fenomena atau pertanda alam apa yang terlihat oleh warga di angkasa beberapa malam belakangan ini,” tandasnya. (img)

April 04, 2006

Misteri itupun akhirnya terkuak

Misteri bayangan putih berterbangan di angkasa, yang meresahkan warga Kota Padang dan beberapa daerah lain di Sumbar pekan lalu, terjawab sudah. Bayangan yang juga memunculkan berbagai spekulasi itu, ternyata berasal dari cahaya lampu laser berkekuatan 4000 watt yang ”ditembakkan” ke angkasa, oleh Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto Sijunjung.

Bayangan itu hingga tadi malam masih menjadi gunjingan hangat di tengah-tengah masyarakat Padang, Kabupaten Solok, Padangpariaman dan Pesisir Selatan, yang sempat dihebohkan dengan bayangan aneh itu.

Saking penasarannya, tak urung banyak di antara warga yang rela nyanggong di depan rumah untuk sekedar menyaksikan bayangan misterius itu di malam hari. Sebagian masyarakat meyakini benda aneh itu akan muncul lagi sewaktu-waktu.

Kepastian bayangan aneh itu adalah cahaya laser, diungkapkan Kepala Bidang Pertambangan Umum dan Energi Disperindag Kota Sawahlunto Medi Iswandi, kemarin. Dia menegaskan, lampu tersebut sebelumnya memang sengaja dosorot ke angkasa, karena masih dalam tahap pengujian. Pancaran cahaya yang dihasilkan, bisa menembus ketinggian 27 km, sehingga terlihat di beberapa daerah di Sumbar seperti Solok, Pesisir Selatan dan Pariaman, serta Kota Padang sendiri.

”Bayangan tersebut memang benar berasal dari lampu laser berkekuatan besar, yang merupakan hadiah dari konsorsium batu bara kepada masyarakat Kota Sawahlunto,” ujarnya.

Lebih lanjut Medi menuturkan, lampu laser itu dipasang di puncak bukit Kayu Gadang Kota Sawahlunto dengan ketinggian 600 meter di atas permukaan laut. Untuk menguji sinarnya, Pemko Sawahlunto menghidupkannya pada malam hari sejak tanggal 24 sampai 31 Maret lalu dan rencananya akan dihidupkan pada hari-hari tertentu seperti perayaan hari kemerdekaan.

”Lampu tersebut hidup secara otomatis karena memakai timer, di mana secara otomatis akan hidup sejak pukul 19.00 WIB dan mati pada pukul 24.00 WIB. Arah sinar lampu diarahkan ke selatan, kemudian berputar 90 derajat ke arah timur. Sehingga terlihat di berbagai pelosok wilayah Sumbar, terutama Kota Padang,” tandasnya.

Sebelumnya berbagai asumsi muncul di tengah masyarakat, soal bayangan putih di angkasa tersebut.

Ada yang menyebut benda tersebut layang-layang menggunakan lampu, awan yang terbang dan angin topan. Juga ada di antara mereka yang menyebutkan bayangan tersebut adalah sejenis pocong atau setan yang mencari mangsa. Bahkan, pada Rabu malam (29/3) lalu puluhan warga berhamburan dari dalam rumah.

Sebelumnya, Medi juga sempat membaca informasi perihal ”benda aneh” yang meresahkan masyarakat dari Padang Ekspres (Edisi 30/3) dan berencana akan mengklarifikasinya melalui media masa. ”Setelah mendapatkan informasi tersebut, kami juga telah menurunkan tim untuk mencari informasi perihal benda aneh tersebut, ternyata memang benar waktu dan arah bayangan putih itu sesuai dengan arah sinar lampu tersebut. Kami dari segenap unsur Pemko Sawahlunto Sijunjung, menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada warga Sumbar, karena menjadi resah atas peristiwa tersebut,” beber Medi. (img)
jdl sambungan: Laser Berkekuatan 4000 Watt.