Melihat "UFO" karena skizofrenia

Anda tahu tentang skizofrenia (schizophrenia)? Schizophrenia adalah sebuah gangguan yang terjadi pada fungsi otak. Kita dengan mudah menyebut skizofrenia ini dengan istilah "gila".

Para Psikiater mengemukakan gejala serangan schizophrenia disertai halusinasi terjadi saat rangsangan terlalu kuat dan otak tidak mampu menginterpretasikan dan merespon pesan atau rangsangan yang datang. Penderita schizophrenia mungkin mendengar suara-suara atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada, atau mengalami suatu sensasi yang tidak biasa pada tubuhnya.

Lalu, apa hubungannya dengan UFO?

Beberapa kasus menunjukkan bahwa orang menceritakan pengalamannya tentang UFO dikarenakan gangguan kejiwaan ini. Misalnya, Misalnya, pada penderita schizophrenia, lampu trafik di jalan raya yang berwarna merah kuning hijau, dianggap sebagai suatu isyarat dari luar angkasa. (sumber: Mengenal Schizophrenia, oleh Staff IQEQ) Atau misalnya seorang penderita bisa saja merasa dirinya makhluk dari angkasa luar dan sering merasa mendengar suara aneh.

Yang jadi permasalahan, seringkali ada orang di sekitarnya yang begitu yakin akan informasi yang disampaikan oleh penderita skizofrenia. Bagaimana bisa? Kita ingin kasus Heaven's Gate. Saat itu Marshall Herff Applewhite bersama 38 pengikutnya bunuh diri untuk diangkut ke surga oleh piring terbang yang ada di komet Haley-Bopp. Applewhite adalah putra seorang pendeta Presbyterian yang dikenal sebagai penyanyi opera dan musisi saat ia menempuh ilmu dan mendapat gelar master dalam musik di University of Colorado. Dia menjadi guru besar musik sebuah kolese sampai dia bercerai pada awal 1970-an dan masuk ke sebuah rumah sakit jiwa Texas karena gangguan emosional. (sumber: Majalah Gatra, Nomor 6/IV, 27 Desember 1997)

Ada yang ingat kasus Romo Yoso (alias Arief Kusno) di Malang yang memimpin Divisi 10 dan dituduh mau melakukan makar? Romo Yoso menginformasikan temuan operasi rahasia Divisi 10, berupa penyelundupan senjata di pesisir pantai utara Jawa Timur, di antara Gresik dan Tuban. Penyelundupan itu, menurut Romo, terjadi pada tengah malam, 8 September lalu. Benarkah informasi Romo itu? Tampaknya cuma khayalan sang Romo. Tapi tak seorang pun pejabat diKodam Brawijaya yang mau memberikan keterangan tentang gerakan Romo Yoso ini.

Tampaknya petugas cukup pusing memeriksa para terdakwa. Soalnya, pengakuan para pengikut Romo Yoso sangat tak masuk akal. Misalnya, sampai sekarang mereka masih mati-matian mengakui Romo Yoso sebagai Bung Karno. Pemimpin gerakan itu diyakini memiliki kekuatan supranatural yang sangat tinggi. Bahkan seorang anggota kelompok memberikan informasi bahwa Romo Yoso memiliki UFO (piring terbang) yang cuma bisa dipakai Bung Karno gadungan itu. Pesawat itu sering dipakai Romo Yoso kalau bepergian ke Amerika Serikat. "Jadi, kalau orang Amerika sedang bingung melihat piring terbang, itu sebenarnya pesawat Romo Yoso yang sedang berkunjung ke sana," kata Parlan Darmawan, salah seorang jenderal kelompok ini, seperti diungkapkan sumber Gatra. (Sumber: GATRA, Nomor 47/III, 11 Oktober 1997)

Jadi, kita perlu terlebih dahulu melihat kredibilitas saksi atau pelapor yang mengaku telah melihat UFO. Kesalahan pengelihatan bisa dikarenakan banyak sebab. Misalnya ilusi atau mengalami fatamorgana. Orang yang mengalami ilusi tidak berarti dia mendapat gangguan jiwa atau gila. Yang sudah mengarah kepada kegilaan adalah adanya halusinasi berlebihan dan disertai dengan delusi (keyakinan yang tidak benar atau waham).