Piring Terbang Mendarat di Batam, 9 Maret 2008

Sumber Post Metro Batam
Senin, 10 Maret 2008

BATAM, METRO: Sejak 50 tahun terakhir, selalu saja ada kisah-kisah tentang makhluk angkasa luar yang katanya datang ke bumi dengan menggunakan piring terbang atau alat lain semacamnya, yang disebut Unidentified Flying Object (UFO), atau benda terbang yang tidak dikenal. Nah, peristiwa serupa dialami Bolia, satpam PT Power Hourse, Batamcenter. Benda ajaib bin luar biasa itu turun di Kawasan Industri Tunas, Batamcenter. Benda yang dilihat Bolia itu sejenis kaca berbentuk bulat dengan cahaya warna-warni di dalamnya, dan saat itu terbang setinggi lutut orang dewasa. Hanya saja, saat benda aneh itu akan ditangkap, mendadak terbang ke langit. UFO-kah benda itu?

Peristiwa menakjubkan itu terjadi sebulan lalu. Tapi, Minggu (9/3), ayah dua anak ini akhirnya mau menceritakan kepada POSMETRO yang mengundangnya di tempatnya bekerja di Kawasan Industri Tunas.

Saat itu, Bolia mendapat giliran jaga malam. Malam itu sangat bersahabat. Ya, malam itu bulan nampak penuh dengan senyum cahayanya. "Bendanya bulat, kinclong, tapi agak ada lekuk-lekuknya. Seingat saya waktu itu tanggal limabelas (bulan agama). Pokoknya terang sekali," Bolia mengawali cerita.

Jam tangan menunjuk angka satu dinihari. Pria yang tinggal di Kampung Sei Belian, Batamcenter, itu memilih duduk di luar pos. Sambil berjaga, Bolia menikmati terang cahaya bulan malam itu.

Tak lama kemudian, pria kelahiran Batam, itu tertegun. Dari jarak sekitar tigapuluh meter dari arah utara kawasan itu, Bolia menyaksikan fenomena aneh. Benda putih menyerupai kaca berbentuk bulat dengan ukuran sedikit lebih kecil dari bola sepak itu, berjalan menuju ke arah selatan. Lama diamati, benda yang di dalamnya terdapat benda lagi yang mengeluarkan cahaya terang warna-warni itu berjalan terbang menuju arah Bolia. "Pokoknya terang. Ada warna hijaunya, kuning, biru, lengkap. Tak menyentuh bumi. Mengawang sepaha," kenang Bolia.

Tetap tercengang, dalam hati Bolia penasaran. "Saya sempat takut juga. Apa benda itu," timpalnya. Tapi, penasaran mengalahkan ketakutan Bolia. "Akhirnya saya beranikan diri mendekatinya," urainya.

Dari tempat duduknya, Bolia mendekati benda unik itu. Tapi, kejadian aneh menimpa pria berkulit sawo matang itu. Setengah meter dari jarak benda aneh itu, kaki Bolia tak bisa melangkah. Padahal benda aneh itu semakin naik hingga tepat di depan kepala Bolia berdiri. "Kaki saya berat sekali mau berjalan. Entah kenapa saya juga tak tahu. Pokoknya tak bisa berjalan saja. Berat," katanya.

Karena tak bisa lagi melangkah, Bolia memutuskan tetap menangkapnya meski dengan kaki tetap di tempat. "Pas mau saya tangkap, benda itu terbang. Tetap pelan-pelan terbangnya. Terbangnya juga lurus. Benar-benar lurus naik ke atas," sorot mata Bolia jauh memandang.

Saat itu, Bolia sempat terpikir apakah kejadian itu nyata ataukah hanya sekedar khayalannya. Untuk memastikan itu, Bolia akhirnya memberitahu salah satu sekuriti yang saat itu melintas di jalan tersebut. "Saya pikir itu khayalan. Tapi, tidak. Itu nyata. Bukti ada teman saya (sekuriti) saya kasih tahu, dia juga melihat kok. Dia juga kagum dan terheran-heran dengan benda itu," ungkap pria berkumis tipis itu.

Hingga kini, Bolia mengaku tak tau benda apakah gerangan yang disaksikannya malam itu. Makhluk lain, Planet UFO, ataukah jimat (barang gaib) yang melintas, belum diketahui jelas jawabannya. "Saya waktu mau mengambil sempat terpikir jimat juga. Makanya dalam hati saya sempat takut jangan-jangan benda itu bisa mencelakai saya. Tapi, daripada penasaran makanya saya hampiri saja," papar Bolia, mengakhiri.(for)