Jakarta, 23 Mei 1981

Sumber: Angkasa, Desember 1990

Makhluk UFO pernah dilihat di kediaman Guruh Sukarnoputra di Jl. Sriwijaya Raya 24, Kebayoran Baru pada 23 Mei 1981. Pada pukul 23.00 rumah itu jadi sepi setelah para penari Swara Mahardika usai melakukan latihan. Sumadi, penjaga rumah, ketika menuju kamarnya melihat sesosok tubuh berdiri di atas tembok halaman belakang. Tinggi makhluk itu antara 1,20 - 1,50 meter. Ia mengenakan celana panjang berwarna putih, sedang bagian atas tubuhnya termasuk kepalanya tertutup semacam mantel berwarna hitam. Sumadi memutuskan untuk terlebih dahulu masuk kamarnya karena hari sudah malam dan perutnya lapar. Juga karena sambil makan dia dapat mengamati 'orang' itu melalui jendela kamarnya yang tepat menghadap tembok halaman belakang. Sosok tubuh seperti jamur itu kadang-kadang tampak bergoyang-goyang sedikit. Bersamaan dengan Sumadi menikmati makanannya, lima orang di rumah sebelah, yaitu Jl. Sriwijaya Raya 26, sedang asyik mendengar musik dari kaset. Tiba-tiba mereka mendengar bunyi seperti hujan turun. Salah seorang menjenguk ke luar rumah, akan tetapi ternyata tidak ada hujan turun. Ia lalu masuk kamar lagi dan bersama kawan-kawannya terus mendengar musik. Sementara itu, Sumadi yang sudah selesai makan, mendekati sosok tubuh misterius itu. Dari jarak 9 meter dengan lantang ia bertanya, "Kamu pencuri, ya?" Sosok tubuh itu tidak menjawabnya. Sumadi kemudian naik tangga besi di bawah menara air, tetapi sosok tubuh itu tiba-tiba hilang lenyap. Bersamaan dengan itu kelima orang di rumah sebelah dan sejumlah orang yang berada di rumah berhadapan dengan nomor 26 jadi gempar, melihat sebuah benda bercahaya sekonyong-konyong tampak mengudara secara perlahan-lahan dari halaman belakang rumah nomor 22. Benda itu kurang lebih panjangnya 2 meter. Dari samping, tampak seperti bola rugby yang diapit oleh 2 buah piring, sebuah di atas dan yang lain di bawah. Bagian yang dari samping tampak seperti bola rugby itu menyala dengan warna putih yang diselingi oleh lajur-lajur vertikal warna merah. Benda itu membubung dengan sudut 45 derajat dan semakin tinggi ia naik, semakin terang cahayanya dan semakin cepat. Tidak terdengar bunyi apa pun. Benda itu akhirnya hilang ditelan kegelapan malam di arah barat laut di atas kompleks olahraga Senayan. Keesokan harinya baru diketahui, bahwa daun pisang yang semalam sebelumnya paling dekat dengan makhluk UFO, telah mengering dan berwarna coklat seperti telah tersengat hawa panas. Daun-daun lain dari pohon yang sama serta dedaunan pohon pisang lain tetap hijau segar.