Jawa Timur & Jawa Tengah, 18 Maret 1954

Rupa-rupanya puncak kegiatan benda-benda aneh itu terjadi pada tanggal 18 Maret 1954 dan berpusat didaerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dimulai pada pukul 19.30 diatas kota Malang tampak sebuah benda berekor berwarna merah kehijau-hijauan sebesar buah kelapa yang berkilauan yang terbang dari Timur ke Barat. kemudian benda itu menghilang masuk awan, sehingga langit menjadi terang cuaca seperti terangnya pancaran api. Pada saat yang bertepatan maka diatas kota kecamatan Binangun di daerah Malang juga tampak benda yang meyerupai lampu gas pompa yang terbang juga menuju ke Barat. Benda terbang itu meninggalkan coretan yang menyerupai awan putih bekas lintasan terbangnya. Sepuluh menit kemudian, yaitu pukul 19.40 sebuah benda terbang tak dikenal bercahaya kebiru-biruan bercampur hijau dan merah, tampak diatas kota Semarang yang terletak 275 Km sebelah barat laut Malang. Benda itu bergerak dari Utara ke Selatan dan sempat tampak selama 20 detik. Lima menit kemudian penduduk kota Surakarta juga melihat sebuah benda bersinar kehijau-kehijauan selama 20 detik yang kemudian menghilang sambil meninggalkan asap putih yang panjang. Jarak antara Semarang dan Surakarta ialah 75 Km dan Surakarta terletak di sebelah tenggara Semarang. Cahaya yang dipancarkan sangat kuat sehingga mampu menembus sinar bulan yang pada waktu itu bersinar amat terangnya. Pada saat yang bertepatan pula, di kota Bangkalan, Madura tampak benda terbang yang ajaib karena bentuknya menyerupai gitar! Benda itu tampak besar. Perlu diketahui, tiga hari kemudian di Surabaya juga tampak benda aneh yang menyerupai gitar terbang itu.

Masih pada tanggal yang sama yakni 18 Maret 1954 pada jam 20.00 tampak benda sebesar alu (alat penumbuk padi) di kota Kediri. Benda itu melintasi langit sambil mengeluarkan cahaya putih bercampur hijau dan merah dari arah Timur ke Barat selama tiga detik. Sejam kemudian di kota Mojokerto juga tampak benda bulat sebesar bola yang bersinar putih ke biru-biruan, sedang bagian belakang diikuti warna merah. Meskipun benda itu hanya sebesar bola, namun mampu menerangi daerah langit Mojokerto seperti siang hari. Keesokan harinya pukul 19.45 petang sebuah benda terbang berbentuk cerutu kembali disaksikan di kota Surakarta, yang bergerak ke arah Barat dengan cepatnya. Benda itu tidak mengeluarkan suara, tetapi mengeluarkan jejak panjang yang menyala di belakangnya. Kejadian itu berulang pada jam 24.00, tetapi dengan haluan dari utara ke selatan. Sebelumnya pada pukul 21.00 tampak benda aneh berupa senjata cakra (menyerupai cakram bermata tombak) di atas kota Jember. Benda itu terbang menuju ke Timur dan bersinar seperti bintang. Sungguh suatu masa kesibukan bagi para pemilik piring terbang itu, entah apa sebabnya, tetapi apakah tujuan kunjungan mereka ke pulau Jawa. Kurang lebih jam 10.00 pagi pada akhir bulan Maret 1954, dua orang anggota AURI yang berada di pangkalan udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, telah melihat dua buah benda seperti balon pengamat cuaca, akan tetapi benda ini berpijar merah padam serta terbang dengan cepatnya dan menghilang dalam waktu yang singkat sekali.

Data diperoleh dari buku “Menyingkap Rahasia Piring Terbang” karangan J. Salatun.