Gunung Lima, Timur Pacitan, Jawa Timur, 13 Desember 1969

Pada hari Sabtu tanggal 13 Desember 1969 pukul 22.10 saya dengan 3 orang lainnya sedang melewati jalan setapak di daerah perbukitan Gunung Lima, sebelah Timur Pacitan, Jawa Timur. Saya berjalan paling depan dan setelah mendaki bukit, paling dahulu mencapai suatu dataran tinggi. Daerah itu jarang penduduknya, dan keadaannya gelap gulita. Di daratan tinggi itu terdapat sebuath batu sebesar rumah dan di atasnya tumbuh sebuah pohon. Di atas pohon itu, pada ketinggian kurang lebih 10 m, mengambanglah sesuatu yang bulat, bergaris tengah kurang lebih 5 m, mengambanglah sesuatu yang bulat, bergaris tengah kurang lebih 5 m, bercahaya pendar merata, dan berwarna biru. Berkas cahaya lampu senter saya arahkan kepada sesuatu itu, yang seketika bergerak ke atas seolah-olah menghindari cahaya senter tadi. Yang aneh ialah, bahwa sewaktu tidak bergerak maka sesuatu tadi bulat bentuknya, akan tetapi begitu ia bergerak ke atas maka tepi bagian atasnya menjadi rata seperti terpancng. Dalam sekejap mata sesuatu tadi telah lenyap dari pemandangan. Ketika kemudian saya bertanya kepada penduduk setempat, apakah cahaya yang telah kami lihat itu, dijawab bahwa itu adalah “kemamang” yang termasuk golongan makhluk halus.

Menurut cerita penduduk, daerah dari Gunung Lima ke timur sampai Lorok memang menjadi tempat timbulnya gejala-gejala cahaya aneh, tidak hanya seperti tersebut di atas, akan tetapi ada pula yang seperti api unggun yang kadang-kadang berhenti, kadang-kadang melompat-lompat baik secara horisontal maupun vertikal dan yang dinamakan “obor setan”. Gejala tersebut rupa-rupanya bersifat musiman. Ada pula gejala lain yaitu yang dari jauh bersinar sangat terang seperti sinar lampu petromaks, dan pernah pada malam-malam tertentu berterbangan sampai ratusan jumlahnya.

Apakah gejala-gejala itu, alamiah ataukah artifisial? John Keel di dalam bukunya “Why UFO’s?” mengisahkan pengalaman pribadinya yang tepat sama dengan pengalaman penulis ini, akan tetapi yang terjadi di daerah perbukitan di negara bagian Virginia di Amerika Serikat. Menurut pendapatnya, gejala itu tergolong UFO. Dalam hubungan ini perlu dicatat pula, bahwa para peneliti UFO di Brasil mengungkapkan penyaksian cahaya-cahaya biru di tempat-tempat tertentu di hutan belantara oleh suku-suku Indian, yang mereka namakan “Mother of Gold” (Ibu Emas). Menurut kepercayaan mereka, cahaya-cahaya itu ialah makhluk-makhluk yang menjaga deposit mineral emas yang terkandung di bumi itu.

Sumber: Salatun, J., "UFO Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini", Yayasan Idayu, Jakarta, 1982