Palembang, sekitar tahun 1985

Surat dari Sdri. Oriza R., tertanggal 29 Oktober 1997, dari Purwokerto. Dia menyatakan pernah melihat UFO ketika masih kelas 4 SD di Palembang. Saya sertakan juga gambar UFO yang dibuat oleh penulis surat itu.


Ass.Wr.Wb.

Saya salah seorang dari ribuan pembaca harian Jawa Pos (yang mungkin) rada terkejut membaca surat pembaca dari BETA-UFO. Sampai saat ini ada suatu pengalaman dalam hidup saya yang saya rasakan aneh dan kadang menggelitik rasa ingin tahu saya.

Dulu, tepatnya tahun berapa saya sudah lupa, dan umur berapa saya nggak begitu ingat, kira-kira waktu saya masih kelas 4 SD di Palembang. Yang tetap saya ingat sampai sekarang adalah baju apa yang saya kenakan saat itu, apa yang saya lihat dan suasana sekitarnya.

Mula-mula kejadiannya sebagai berikut: Kira-kira saat saya kelas 4 SD, di Palembang dulu, antara jam tidur siang (sekitar jam 2 sampai 4 sore), saya merasakan cuaca gerah. Saya keluar rumah, baju yang saya pakai saat itu saya ingat, daster merah tanpa lengan. Aneh, tanah lapang di depan rumah koq sepi dan jalanan juga begitu. Iseng-iseng saya menengok ke arah langit, sebab biasanya kalau panas-panas begitu di Palembang sono mau turun hujan. Nah saya langsung kaget waktu nengok langit. Gimana nggak....samar-samar di antara warna langit cerah biru dengan awan yang nggak gede-gede banget, ada benda aneh yang tadinya kecil koq lama-lama kian besar. Bukan...bukan pesawat terbang yang melintas di udara!

Untuk meyakinkan kalau itu nyata, mata ku-kucek-kucek, eh masih ada malah tambah jelas. Kucubit pipi lho koq tambah jelas. Yang kurasakan suasana sekelilingku serasa diam, kupingku serasa berdenging-denging. Ia semakin dekat, ya Allah...ini nyata...bukan mimpi! Aku takut benar, mau lari tetapi nggak bisa-bisa.

Setelah dekat, salah seorang dari mereka menunjuk ke arah tempatku berdiri (yang pakai jubah). Kulihat mereka berjalan mengambang dan cepat seperti zig-zag, ada dua orang gendut berwarna biru perak di kanan kiri pesawat dan orang berjenggot abu-abu, mata sipit, berjubah merah dan bermahkota di tengahnya. Di belakang jubah merah itu, seperti ada pohon pisang, pohon kelapa, bambu, orang-orang barat dan asia. Yang kuingat kemudian adalah akhirnya aku bisa lari masuk ke rumah dengan muka panik dan terburu-buru.

Gitu ajalah surat saya. Saya lega akhirnya bisa bertemu dengan orang yang tertarik tentang UFO dan mau tahu tentang cerita saya yang seringkali ditertawakan oleh orangtua saya dulu. Hingga saya menjadi mahasiswa semester 7 di FISIP Unsoed sekarang, terus terang pengalaman saya dulu nggak bisa saya lupakan.

Wass. Wr. Wb.

Oriza R.
Purwokerto