Semarang dan Malang, 13 Pebruari 1953

Tiga hari kemudian tepatnya hari Jum’at tanggal 13 Pebruari 1953 banyak penduduk kota Semarang dan Malang telah beruntung dapat menyaksikan gejala-gejala aneh. Dimulai jam 8 pagi penduduk kota Semarang Timur melihat benda bulat berwarna putih yang bergerak dari Barat ke Timur dengan perlahan-lahan sambil menembus awan pagi yang terang cemerlang. Sedang di kota Malang pagi itu terlihat sebuah benda seperti cakram terbang ke arah barat dengan lambat diatas awan Cumulus. Kemudian benda itu muncul lagi, tetapi dengan kedudukan lebih rendah dan besarnya tampak seperti bulan purnama. Tiba-tiba benda itu melambung dengan cepat dan hilang menuju ke Utara.

Benda itu berkilauan seperti warna aluminium dan meninggalkan sebuah jurai yang berwarna merah jambu. Keesokan harinya benda itu muncul kembali dengan ukuran sebesar bulan dan dua kali ini ia mengambang sebentar di udara dan mendadak meluncur pergi sambil meninggalkan jurai dengan warna seperti pelangi yang rupanya karena sinar matahari. Jurai yang beraneka warna itu adalah suatu kejadian yang unik dan belum pernah dilaporkan oleh negara-negara lain, jadi Indonesia cukup merasa lebih dalam hal peristiwa penampakan piring terbang.

Data diperoleh dari buku “Menyingkap Rahasia Piring Terbang” karangan J. Salatun.