Surabaya, 2 Desember 1997

Ini merupakan pengalaman saya sendiri (Nur Agustinus), beralamatkan di Jl. Candi Lontar Kulon Surabaya, pada dini hari tanggal 2 Desember 1997 melihat sebuah benda terbang yang mirip bintang namun bergerak. Malam itu listrik di daerah rumah saya padam. Kemudian saya dengan anak saya coba rebahan dan segera tidur. Udara dalam kamar cukup panas sehingga membuat tidur tidak nyenyak. Sekitar jam 3 dini hari, anak saya yang baru berusia 2 tahun, Ryan Pranata, bangun dan saya sendiri kemudian juga bangun. Terus dia mulai nangis, rupanya kepanasan. Akhirnya saya gendong dia keluar rumah ke halaman dan saya ajak dia lihat bintang. Ternyata langitnya cukup cerah. Hujan sebelumnya yang cuma sebentar, sekitar seperempat jam ketika jam 21.00 malam, membuat langit begitu cerah sehingga bintang-bintang nampak cukup terang. Karena saya melihat langit cukup cerah, saya kemudian pergi ke loteng (dek di lantai dua untuk jemuran) agar bisa melihat pemandangan langit yang lebih luas. Saya sudah siap kamera karena saya memang suka meneliti masalah UFO. Beberapa menit kemudian, saya agaknya melihat sekilas meteor di sebelah barat laut. Namun saya tidak jelas. Kemudian sekali lagi selang beberapa menit kemudian nampak meteor yang kali ini lebih jelas. Yang terjadi kemudian, ketika saya menengadah ke atas (posisi saya duduk bersila di lantai sambil memangku anak saya dan melihat tegak ke atas), saya melihat sebuah bintang yang bergerak secara perlahan. Geraknya mengarah ke utara dan pertama kali saya lihat persis ada di atas saya. Kira-kira saya melihatnya selama dua puluh detik atau sampai sekitar setengah menit sebelum akhirnya hilang di utara.

Lintasan geraknya lurus, berjalan perlahan dan cukup tinggi. Warnanya putih dan besarnya nampak seperti bintang. Kecermelangan cahayanya seperti bintang pada umumnya namun tidak kerlap kerlip. Dibandingkan dengan bintang sekitarnya memang sedikit lebih terang, namun tidak seterang bila dibandingkan dengan planet Venus. Saya yakin bukan pesawat terbang dan juga buka meteor. Waktu itu sekitar jam 3.30 WIB dini hari. Saya tidak sempat mengambil binocular (teropong) saya di bawah karena saya merasa tidak akan sempat, lagi pula posisi saya sedang memangku anak saya. Saya sempat memotret benda terbang itu beberapa kali. Terus setelah berhasil dicetak, memang terlihat ada titik-titik putih yang kemudian saya scanner dan saya perbesar. (Lihat foto) Walau demikian, apa yang saya lihat tersebut bisa juga hanya merupakan satelit.