Kilatan di Gn. Galunggung dan Gn. Sawal Buat Heboh
”Kingkilaban” Merupakan Fenomena Alam Biasa

Sumber Harian Pikiran Rakyat, Sabtu, 05 Maret 2005

TASIKMALAYA, (PR).-
Dua malam terakhir, tepatnya mulai Rabu (2/3) hingga Kamis (3/3) sebagian besar warga Tasikmalaya dan Ciamis sempat dibuat heboh. Pasalnya warga Tasikmalaya pada dua malam berturut-turut itu, mereka melihat pendaran cahaya berulang-ulang menghias langit bagian utara Tasikmalaya (di atas Gunung Galunggung). Kondisi yang sama juga di Ciamis, masyarakat yang tinggal di daerah Ciamis utara, dalam dua hari ini khawatir dengan munculnya kingkilaban atau kilat beruntun yang terjadi di atas Gunung Sawal, mereka mengira gunung itu akan meletus.

Melihat posisi nyala cahaya berpindah-pindah tetapi tidak jauh dari lokasi Gunung Galunggung, banyak di antara warga dibuat khawatir. Malah tidak sedikit dari mereka menerka dan menduga bila pendaran cahaya warna kekuning-kuningan dan sesekali berubah menjadi kebiru-biruan itu sumbernya dari Gunung Galunggung.

Dengan kata lain cahaya itu merupakan tanda adanya aktivitas dari gunung. Sehingga tidaklah mengherankan bila keesokan harinya, fenomena alam yang terjadi hampir sepanjang Rabu malam itu membuat heboh. Pembicaraan seputar fenomena alam dikaitkan dengan keberadaan Gunung Galunggung, langsung menyebar dan terdengar dimana-mana.

Kekhawatiran bencana alam Galunggung tahun 1982 terulang lagi, makin santer menjadi pembicaraan. "Teman saya dari Sumedang dan Garut Rabu malam telefon, mereka melihat pendaran cahaya dari arah Tasik. Apalagi saat melihat keluar ternyata benar tapi posisinya tidak persis di sekitar Gunung Galunggung jadi agak tenang," kata Nana warga Panglayungan.

Rupanya fenomena alam itu terulang lagi, Kamis malam. Namun bagi warga Tasikmalaya cukup melegakan karena yang melihat posisi pendaran cahayanya bergeser menjauh dari lokasi Gunung Galunggung. "Wah di tempat saya juga ramai jadi bahan obrolan, Tapi saya tidak takut karena belum pasti," kata Anang warga Bebedahan.

Kusmana petugas jaga lokasi wisata Gunung Galunggung dari Perhutani KPH Tasikmalaya, ketika ditemui, Jumat (4/3) mengatakan dirinya bersama warga tidak merasakan ada yang aneh. Lokasi objek wisata terbuka untuk umum, tidak ada masalah. Namun demikian dia mengakui di pusat kota memang kabarnya cukup heboh Galunggung aktif lagi.

Di atas Gunung Sawal

Malah banyak di antara aparat yang datang ke lokasi guna memastikan kejadian sebenarnya. "Banyak juga dari luar daerah seperti dari Bandung yang telefon saya, tanya-tanya. Pimpinan saya juga telefon tanya itu, ya saya jawab tidak ada apa-apa, kalau tidak percaya silahkan saja lihat ke atas," ungkapnya.

Kepastian serupa diungkapkan Heri Suparno Ketua Pos Pengamatan Gunung Galunggung, Jumat kemarin. Menurutnya selama dua hari terakhir, tidak terjadi adanya peningkatan kegiatan berupa kelainan pada Galunggung. Hal itu bisa dipastikan baik dari pengamatan visual atau pemeriksaan kawah dan seismik. "Saya lihat justru sumber cahaya jauh dari sini, sekitar timur laut dari sini. Saya mengimbau warga tidak perlu resah karena keadaan sehari-hari gunung baik dari hasil pengamatan visual atau pemeriksaan kawah serta data seismik masih normal," jelasnya.

Sementara itu Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Bandung, Drs. Hendri Subakti, kepada "PR", Jumat (4/3) kemarin, mengatakan masyarakat yang tinggal di daerah Ciamis Utara, tidak perlu panik sehubungan dalam dua hari terakhir muncul kingkilaban atau kilat beruntun yang terjadi di atas Gunung Sawal, Kabupaten Ciamis. Kejadian itu bukan tanda Gn. Sawal mau meletus, tapi hanya fenomena alam biasa dengan istilahnya lighthing.

Hendri mengatakan hal itu, sehubungan adanya kepanikan dari sejumlah warga yang tinggal di Ciamis Utara, setelah adanya kingkilaban dalam dua hari terakhir pada malam hari Rabu-Kamis (2-3/3). Kingkilaban ini berupa kilat yang beruntun dengan diakhiri seperti kembang api yang berhamburan.

Banyak warga tadi malam ke luar rumah, karena takut terjadi apa-apa di atas Gunung Sawal, setelah melihat kilat yang terus menerus terjadi di atas gunung itu," kata Pipit warga Cihaurbeuti. Hal serupa diungkapkan Ella yang merasa cemas, sehubungan adanya kingkilaban yang berlangsung lama pada malam hari.

Bahkan, ada di antara warga yang tinggal di kaki Gunung Sawal mulai turun, karena takut terjadi sesuatu hal, dengan munculnya kingkilaban itu, terutama khawatir Gunung Sawal ini meletus. Fenomena itu juga menjadi pembicaraan warga Cikoneng maupun Ciamis Kota, karena dari dua daerah itu kilatan tersebut terlihat jelas.

Menurut Hendri, fenomena yang terjadi di Ciamis Utara itu gejala alam, sehubungan curah hujan dan awan yang banyak di daerah itu. "Pada saat awan banyak, ada kandungan ion dalam jumlah banyak. Dalam ion tadi ada yang positif dan negatif, lalu saat bergesekan memunculkan elektrik atau cahaya seperti kilat. Tidak ada tanda Gunung Sawal mau meletus, karena itu semua pihak tidak perlu panik, itu gejala alam biasa," tegasnya. ((A-116/A-97)***