Yogyakarta, 19 Mei 1952

Peristiwa ini dimulai tanggal 19 Mei 1952 dengan terlihatnya sebuah benda berwarna merah padam telah muncul di atas kota Yogyakarta pukul 20.20 malam. Benda itu mulai nampak pada tinggi 40 derajat dengan kedudukan azimuth 250 derajat kemudian melintasi huruf S sambil mengadakan gerakan-gerakan isolasi, kemudian ia menghilang pada 20.43 pada tinggi 30 derajat dan azimuth 80 derajat. Jadi keseluruhan benda tiu nampak selama 23 menit.

Peristiwa itu disaksikan oleh keluarga R. Reksawyata yang beralamatkan di Jl. Wilis 5 Yogyakarta yang berjumlah tujuh orang. Masing-masing berkesempatan untuk mengamati benda ajaib tadi dengan sebuah teropong. Benda itu bulat seperti cakram, berwarna merah padam, tidak berkelip-kelip dan tidak berbunyi. Jika dilihat dengan mata telanjang benda aneh itu tampak 3 kali lebih besar dari pada planet Venus. Seorang saksi dari keluarga itu yang bernama Djoko Wiradi mengomentari: “Boleh jadi itulah yang dinamakan piring terbang, karena ia tidak dapat dikenal sebagai benda astronomis atau gejala alam biasa,”. Saksi ini termasuk orang yang amat menggemari bidang astronomi.

Data diperoleh dari buku “Menyingkap Rahasia Piring Terbang” karangan J. Salatun.